Ar Risalah di Mata Prof. Elfindri

Oleh: Tim Markom Ar Risalah

Bagi Prof. Elfindri, salah satu akademisi Universitas Andalas, Padang, kehadiran pesantren Ar Risalah Sumatera Barat adalah sebuah berkah bagi ranah Minang. Bagaimana tidak, dengan usia yang masih terhitung belia, Ar Risalah sudah melahirkan lulusan-lulusan yang tak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga memiliki karakter yang bagus. Sehingga Ar Risalah menjadi sekolah pilihan para orang tua untuk masa depan anak-anaknya.

Tim Humas berkesempatan mendengarkan cerita beliau tentang Ar Risalah. Berikut penuturannya:

“Tahun 2008 anak kami nomor 3 masuk pesantren Ar-Risalah. Tahun pertama ditempatkan di Solok. Namun tahun ke dua, 2 gedung kampus Ar Risalah di Padang selesai dibangun, dan anak kami pun dipindahkan ke Padang. Sekarang ananda sudah menyelesaikan pendidikan S1 dan persiapan untuk post graduate.

Saya dipercaya menjadi ketua komite perguruan. Tugas kami sebagai komite adalah menggerakkan orang tua dalam mendukung segala program yang dilaksanakan oleh Ar Risalah, termasuk menyalurkan aspirasi orang tua, menjaga mutu makanan, kebersihan dan mencari tambahan sumber pemasukan sekolah. Alhamdulillah dengan kerjasama kita semua berbagai kemajuan bisa kita capai.

Lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Waqaf Ar Risalah kini sudah kian besar. Semula tanah waqaf Ar Risalah hanya seluas 2,5 ha di Air Dingin, Padang. Tahun 2018 ini luas tanah yang sudah dibeli sudah mencapai 9 ha. Tahun 2008 silam jumlah siswa kita hanya sekitar 500 orang, mencakup SMP dan MA. Tapi tahun 2018 sudah lebih dari 1600 siswa, mulai TK, SD, SMP dan MA. Saat ini juga sedang menunggu izin untuk pendirian Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI).

Ini tentunya juga tak lepas dari kebijaksanaan dan keikhlasan para pendiri. Lembaga ini didirikan oleh delapan orang pengurus, dan mereka mencurahkan segala perhatiannya untuk membesarkan Ar Risalah dengan segala keikhlasan. Sampai hari ini kita lihat tak satupun mereka punya rumah sendiri, kecuali rumah dinas yang disediakan yayasan untuk guru dan pengurus.

Sabtu kemaren (22/12) kami kumpulkan semua orang tua siswa, karena yayasan akan membeli tambahan lahan seluas tiga hektare untuk perluasan pesantren. Lagi-lagi kami menyaksikan semangat yang begitu tinggi dari para guru dan pengurus yayasan untuk kemajuan lembaga pendidikan ini.

Yang membuat kami merinding adalah keinginan dan partisipasi dari guru berwakaf. Mereka menerima gaji minimum tapi bersedia dipotong gaji mereka seratus ribu perbulan.
Pendiri bersedia mewakafkan 50 meter persegi, kisaran 12 juta per orang, dengan cara memotong gaji mereka. Semangat inilah yang mengantarkan Ar Risalah mampu menjadi lembaga besar.

Adapun untuk penunjang operasional, Ar Risalah punya usaha yg dikelola mandiri, seperti pembuatan batu bata, penyediaan makan untuk santri, toserba, usaha laundry, koperasi, mini bank dan lainnya.

Tahun ini Ar Risalah sudah menerima santri dari Thailand Selatan dan Malaysia, dan akan semakin diperluas untuk Asia Tenggara hingga Timor Timur. Menjelang 2025 kami merencanakan jumlah siswa jadi 5000 orang.

Bagi bapak dan ibu yang anaknya ingin masuk pesantren, masukanlah ke Pesantren Perguruan Islam Ar Risalah ini sampai tamat Madrasah Aliyah. Mereka akan jadi hafiz Qur’an, minimal sepuluh juz. Saat ini sudah banyak anak kita yang melanjutkan studi di Jerman, Jepang, Mesir, Sudan, apalagi di Perguruan Tinggi kelas satu seperti ITB, UI, UGM dan lainnya.

Sekian share dan pengalaman manis kami tentang Ar Risalah. Mohon doa dan dukungan dari kita semua untuk kemajuan pendidikan Islam khususnya di Ar Risalah. (mc)