Yayasan Waqaf Ar Risalah Gelar BIMTEK Pengasuhan

PADANG, arrisalah.sch.id- Yayasan Waqaf Ar Risalah, Padang, Sumatera Barat menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi struktur dan staf pengasuhan Perguruan Islam Ar Risalah, Jum’at (5/2/2021). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program dari Tim Penjaminan Mutu Yayasan, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan bagi peserta didik di asrama. BIMTEK yang dilaksanakan di komplek Yayasan Waqaf Ar Risalah ini diikuti oleh Kepala Pengasuhan, Waka KSLH, Musyrif dan Musyrifah (pembina asrama).

Menurut Ketua Tim BIMTEK yayasan, Ustadz Herry Eko Jaya Putra, kegiatan ini merupakan lanjutan dari Bimtek Standar Manajemen Pengasuhan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Insya Allah kita dari Lembaga Penjamin Mutu Yayasan akan menyelenggarakan Bimtek seperti ini secara rutin. Itu kita lakukan untuk mendampingi implementasi standar manajemen pengasuhan yang telah ditetapkan secara bertahap,” terang Ustadz Herry.

Lebih lanjut ia memaparkan, titik tekan BIMTEK kali ini adalah untuk membuka mindset para pengasuh tentang urgensi penataan barang-barang dan kemampuan dalam merancang program dan kegiatan pembinaan karakter di asrama.

Sesi pertama kegiatan BIMTEK, dilaksanakan bersama Ustadzah Rani Iqasari dengan topik “Kiat Berbenah Praktis”, guna membuka mindset peserta tentang pentingnya berbenah.

“Berbenah itu sama dengan menata hidup kita agar lebih rapi, sehat dan nyaman. Tidak hanya sehat diri dan lingkungan, namun juga menyehatkan mental diri dan anggota rumah,” terang alumni Kelas Berbenah Sadis (KBS) Elementary itu.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa aktifitas berbenah itu juga merupakan bagian dari proses pembentukan karakter anak. Melalui program berbenah yang berkelanjutan, anggota rumah akan belajar untuk disiplin, tanggungjawab, tekun, teratur, bersyukur, menghargai, peduli, cinta kebersihan, mandiri, kerjasama dan mampu mengambil keputusan. Artinya, melalui program berbenah di asrama kita dapat sekaligus menjalankan program pembinaan karakter, karena ia merupakan sebuah kesatuan.

Sementara pada sesi kedua, peserta dibimbing untuk menyusun program pembinaan karakter di asrama bersama Bunda Fitria Laurent. Dimulai dari program tahunan, semesteran, hingga rencana aksi pekanan.

“Harapannya, setiap pengasuh memiliki kemampuan dalam mengembangkan rencana kegiatan pembinaan karakter yang teratur dan berkelanjutan. Dengan cara ini, pembinaan karakter di asrama dapat dilaksanakan secara terencana dan terukur,” papar praktisi dunia parenting tersebut. (*)