Mutiara Fajriana : Hafidzah 30 Juz

Menghafal al-qu’an bukan sesuatu yang mudah bagi kebanyakan orang. Mutiara Fajriana adalah salah satu siswi kelas X Madrasah Aliah di Perguruan Islam Ar Risalah Padang. Sudah menyeselaikan hafalan Qur’an 30 Juz semenjak kelas dua Sekolah Menengah Pertama. Masih istiqomah mengulang hafalan dan juga aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan tahfidz disekolah. Menurut Mutiara, menghafal Al-Quran bukanlah sesuatu yang dianggap sulit mengingat ganjaran yang akan didapatkan sangatlah berlimpah dari menghafal Al-Qur’an. Motivasinya menghafal Al-Qur’an adalah karna ingin memberikan mahkota kemulian kepada kedua orang tuanya.

            Mutiara tinggal di Padang Pariaman tepatnya di Pauh Kambar, merupakan anak terakhir dari delapan orang bersaudara. Ayahnya seorang pedagang bahan-bahan dapur di Pasar Pauh Kambar yang biasa berjualan dari pagi hingga sore hari. Sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Orang tua Mutiara sudah mulai memasuki masa tua disaat usia Mutiara masih berada diusia remaja. Pun kebanyakan dari kakak-kakaknya merantau kepulau jawa mencari peruntungan. Dari kecil Mutiara sudah menampakan ketertarikannya dibidang menghafal Al-Quran. Sehingga beliau memutuskan untuk masuk kesekolah khusus tahfidz ketika memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama yang dilanjutkan dengan menempuh pendidikan Madrasah Aliah di kampus Perguruan Islam Ar Risalah yang juga memiliki perhatian khusus terhadap bidang menghafal dan memahami Al-Qur’an.

            Disaat anak-anak sebayanya sibuk bermain Mutiara memilih untuk membersamai Al-Qur’an dalam menjalani masa remajanya. Pun Ketika liburan Mutiara tetap fokus mengulang hafalan karna menurutnya hafalan Al-Qur’annya adalah sesuatu yang harus dijaga. Sejak fokus menghafal Al-Qur’an banyak kemudahan yang didapatkannya, sepertia bantuan beasiswa dari berbagai pihak salah satunya Gerakan Orang Tua Asuh (GNOTA) di Yayasan Perguruan Islam Ar Risalah. Kemudahan dalam belajar juga dibuktikan dari peringkat sepuluh besar dan keaktifannya dibidang keorganisasian disekolah. Dibalik latar belakang prestasi yang dapat mengispirasi banyak orang tersebut Mutiara tetap dikenal sebagai anak yang rendah hati dan akhlak yang baik dikalangan guru-guru dan teman-temannya. Beliau mengungkapkan ucapan terimakasih terhadap donatur beasiswa Gerakan Orang Tua Asuh (GNOTA) yang sudah berpartisipasi dalam program ini. Semoga semakin hari semakin bertambah orang-orang baik yang bergabung dalam program GNOTA sehingga semakin banyak juga anak-anak potensial dan berprestasi yang dibantu dalam menyelesaikan Pendidikan terbaik di Perguruan Islam Ar Risalah.